Rabu, 06 April 2011

Jilbabku, Jilbabmu Jilbab Murah Tidak Murahan, Jilbab Indah, Berkah Sesuai Syariah

Oleh : Fadhila Rahmawati (Pengurus HMI CABANG PEKANBARU 2010-2011)

Saudariku se-aqidah yang dimuliakan Allah. Sekedar mengingatkan diri sendiri, dan semoga bermanfaat untuk semua saudariku. Semoga Allah SWT ridho dengan segala aktifitas dan tingkahlaku kita. Jilbab disini dibatasi pada makna penutup kepala dan separuh badan bagian atas untuk perempuan. Jilbab bagi kita sudah sangat tak asing lagi.
Jilbab merupakan produk gerakan islam, diindonesia sendiri jilbab baru marak dan diperjuangkan mulai era 80 an. Antara tahun 80an hingga 90 an perempuan masih banyak mendapat hambatan-hambatan untuk memakainnya, kecuali disekolah-sekolah agama atau pesantren bahkan saat itu digemakan revolusi jilbab. Akhirnya pada tahun 1991 keluar SK No.100/C/KEP/D/1991 tentang tiadanya larangan lagi untuk mengenakan jilbab. Namum sekitar tahun 2004 ada beberapa lembaga pendidikan yang melarang siswi/mahasiswinya berjilbab. Sekolah semi militer seperti STPDN, sekolah penerbangan dan lain-lain. Sehinggan menjadi kontroversi nasional antara tokoh agama, orang tua, pemilik lembaga pendidikan dan pemerintah.
Jilbab kini sudah menjadi trend bagi semua kalangan disegala lapisan masyarakat, pelajar, mahasiswi, pejabat, pedagang pasar trdisional dan lain sebaginya. Jilbab beragam bentuk yang telah dirancang para desaigner, segi empat, segi tiga, jilbab sorong, jilbab tipis serta beragam pula harganya.

Syariat jilbab :
a) Menutupi dada (menutup seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan)
Ini sudah merupakan perintah yang wajib kita jalani buat kita, perempuan, mari kita simak makna Q.S. An-nur : 31
Alif laam miin (10) “ katakanlah kepada wanita yang beriman : “ hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menempatkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) Nampak dari padanya, dan hendaklah merka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada allah, hai orang-orang beriman semoga kamu beruntung”.

Mari kita cek lagi Q.S Al-ahzab: 59, “ hai nabi katakanlah, kepada istri-istri mu dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih dikenali, karena itu mereka tidak diganggu”.

b) Tidak transparan
telah berkata aisyah ra. “ sesungguhnya asma’ binti abu bakar pernah dating menghadap nabi Muhammad Saw, dengan berpakaian tipis hingga menyebabkan rasulullah SAW, membuang muka (berpaling) darinya, seraya bersabda, “ hai asma’!! sesungguhnya seorang perempuan apabila telah cukup umur tidak boleh dilihat kecuali beliau mengisyratkan kepada muka dan kedua tangannya”. (H.R. Abu daud)

c) tidak ketat dan menonjolkan bagian-bagian dari kepala
“ dan dari abu huraira Ra. Berkata : sabda rasulullah SAW, “ ada dua golongan ahli neraka yang aku pernah melihatnya, yaitu kaum lelaki memegang cemeti bagaikan ekor sapi dipukulkan pada orang lain, dan perempuan yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring, mereka tidak bisa mencium bau syurga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian” (H.R Bukhari dan Muslim)

Sadar atau tidak, sekarang banyak saudri kita yang memperbesar sanggulnya kemudian ditutupi dengan jilbab, sehingga seakan-akan rambutnya panjang dan banyak.

d) tidak menyerupai pakaian laki-laki
sabda rasulullah : “ Tidak masuk golongan para wanita yang menyerupakan dirinya dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan dirinya kaum wanita (H.R Abu daud dan An-nasai)

mari saudariku, kita berjilbab yang nyaman tapi syar’I dan tetap modis, jika kita tak mau disebut jahiliyah. Muslimah makhluk Allah yang merdeka, jadi kita punya pilihan untuk berbuat, tanpa intervensi, kesadaran dari hati, ini hanya anjuran tawa shaubil haq. Bahwa kita melakukan sesuatu dengan pengetahuan akal, tanpa ikut-ikutan trend. Astaghfirullah , semoga kita menjadi benar

Sabtu, 19 Februari 2011

Refleksi Milad Himpunan Mahasiswa Islam 66 H (14 Rabiul Awal 1366-14 Rabiul Awal 1432 H)

Oleh : Pebri Siswandi (Ketum HMI Komisariat FISIP UNRI Periode 2010-2011)

14 Rabiul Awal 1366 H atau bertepatan dengan 5 Februari 1947 pukul 16.00 WIB, bertempat di salah satu ruang kuliah Sekolah Tinggi Islam/STI sekarang Universitas Islam Indonesia (UII), Lafran Pane memanfaatkan jam kuliah tafsir Alqur an yang diasuh oleh Prof. Husein Yahya untuk mendeklarasikan pembentukan HMI. HMI merupakan produk sejarah yang tak terhindarkan dari dua peristiwa penting sejarah (umat) Islam di bumi nusantara, yakni sejarah permulaan Islam masuk di bumi nusantara dan sejarah kebangkitan muslim nusantara untuk membebaskan bumi nusantara dari penjajah kolonial Belanda. Pemaknaan yang seperti ini bukanlah sesuatu yang mengada-ada karena semangat Islam masuk ke bumi nusantara yakni syiar Islam, dan semangat kaum intelegensia muslim awal abad ke-20 untuk memerdekakan Indonesia tercermin dalam dua tujuan awal berdirinya HMI 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan dengan pada 5 Februari 1947, yaitu:

(1) mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia,
(2) menegakkan dan mengembangkan syiar Islam

HMI memiliki fase kesejarahannya sendiri dalam interaksinya dengan umat dan bangsa. Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul, sejarawan HMI, membagi kesejarahan HMI dalam lima zaman perjalanan HMI dan 10 fase perjuangan, yakni, pertama, zaman perang kemerdekaan dan masa kemerdekaan (1946-1949) yang dibagi dalam fase konsolidasi spiritual dan proses berdirinya HMI (November 1946-5 Februari 1947), fase berdiri dan pengokohan (5 Februari-30 November 1947), dan fase perjuangan bersenjata dan perang kemerdekaan, dan menghadapi pengkhianatan dan pemberontakan PKI I (1947-1949). Kedua, zaman liberal (1950-1959). Pada masa ini HMI sibuk membina dan membangun dirinya sehingga menjadi organisasi yang solid dan tumbuh membesar. Bulan Juli 1951 PB HMI dipindahkan dari Yogyakarta ke Jakarta. Ketiga, zaman organisasi terpimpin atau zaman Orde Lama (1950-1965). Zaman ini dibagi dua fase, yakni fase pembinaan dan pengembangan organisasi (1950-1963), dan fase tantangan I (1964-1965). Pada fase tantangan I, HMI menghadapi upaya pembubaran oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dihadapi HMI dengan strategi PKI (Pengamanan, Konsolidasi, dan Integrasi). Pada masa ini juga Ketua HMI, Mar’ie Muhammad pada 25 Oktober 1965 berinisiatif mendirikan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Keempat, zaman Orde Baru (1966-1998). Zaman ini dibagi ke dalam fase kebangkitan HMI sebagai pejuang Orde Baru dan pelopor kebangkitan angkatan 66 (1966-1968), fase partisipasi HMI dalam pembangunan (1969-sekarang), dan fase pergolakan dan pembaruan pemikiran (1970-1998) yang ”gong”-nya dilakukan Nurcholish Madjid (Ketua Umum PB HMI ketika itu) dengan menyampaikan pidatonya dengan topik ”Keharusan Pembaruan Pemikiran dalam Islam dan Masalah Integrasi Umat” tahun 1970 di Taman Ismail Marzuki. Kelima, zaman reformasi (1998 – sekarang). Zaman ini dibagi dalam fase reformasi (1998-2000) dan fase tantangan II (2000-sekarang).

Dalam fase tantangan II HMI dituntut dapat terus eksis dan tentunya tantangan yang terberat datang dari internal HMI sendiri, melalui milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke-66 H, seharusnya dijadikan titik tolak membenahi internal sebelum terjun ke dalam kancah kebangsaan dan sangat terpenting bagi kader HMI untuk membersihkan hati dan pikirannya sebelum berperan di tengah-tengah masyarakat. Momentum keorganisasian HMI secara internal dapat dilihat sebagai wahana strategis untuk mulai melakukan retrospektif; mengevaluasi perjalanan kelembagaan untuk dijadikan pelajaran bagi kelanjutan eksistensi HMI pada masa mendatang. Keniscayaan retrospektif ini berlaku pada semua tingkatan struktural HMI, mulai dari Komisariat, Cabang, Badan Koordinasi hingga Pengurus Besar. Kita barangkali sepakat, HMI memiliki tanggung jawab sejarah yang lebih besar dibandingkan dengan entitas pergerakan lainnya, khususnya dalam menjaga kontinuitas kebangsaan dan memerangi segala bentuk ketidak merdekaan dalam kehidupan rakyat. Dengan segala harapan di atas, peringatan Milad HMI ke-66 minimal tidak lagi hanya menjadi seremonial yang miskin makna. Kita berharap besar agar HMI kembali kepada “khittah” perjuangannya ketika dilahirkan pada tahun 1947 sebagai organisasi kritis yang mandiri serta kembali menegaskan komitmen kita untuk memperjuangkan tercapainya tujuan kita ber-HMI yakni semata-mata agar terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Selamat Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke-66 (14 Rabiul Awal 1366-14 Rabiul Awal 1432 H). Semoga engkau selalu jaya sebagaimana sloganmu Yakin Usaha Sampai!!!

Jumat, 18 Februari 2011

DASAR-DASAR ADVOKASI

oleh : REMON (Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Periode 2009-2011/ Menteri Hukum dan Advokasi BEM Universitas Riau 2010-2011)

APA ITU ADVOKASI??
ADVOKASI:
Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk menciptakan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat atau mencegah munculnya kebijakan yang diperkirakan merugikan masyarakat.
Advokasi terdiri atas sejumlah tindakan yang dirancang untuk menarik perhatian masyarakat pada suatu isu, dan mengontrol para pengambil kebijakan untuk mencari solusinya.

TUJUAN ADVOKASI :
Untuk mencapai perubahan-perubahan kebijakan spesifik yang bermanfaat untuk kelompok/warga negara yang terlibat dalam sebuah proses advokasi (The Arias Foundation, Costa rica)
Advokasi dilakukan berdasarkan:
Kenyataan (das sein)
Harapan (das sollen)

- BAGAIMANA PERAN ADVOKASI DALAM KELEMBAGAAN MAHASISWA :
SEBELUM MELAKUKAN ADVOKASI, PASTIKAN BAHWA ORGANISASI KEMAHASISWAAN YG ANDA PIMPIN MEMILIKI :
1.Memiliki jumlah anggota aktif yang memadai
2.Mampu menjangkau ke banyak kelompok masyarakat kampus
3.Mampu membangun aliansi dengan kelompok lain yang juga kuat
4.Memiliki kelompok inti yang terdiri dari orang-orang yang berpengaruh dan dikenal luas
5.Mempunyai Legitimasi
6.Memiliki informasi yang cukup dan memadai
7.Mampu merumuskan issu
8.Memiliki kemampuan, kewenangan yang diakui , dihormati dan keteguhan Moral

TAHAPAN ADVOKASI :
-MEMBENTUK LINGKAR INTI
Langkah pertama dari proses advokasi adalah membentuk lingkar inti, yaitu kumpulan orang atau organisasi yang menjadi penggagas serta pengendali utama seluruh kegiatan advokasi.
Pentingnya posisi ini, sehingga orang atau organisasi yang berada didalamnya haruslah memiliki kesamaan visi dan analisis (bahkan ideologi) yang jelas terhadap issu yang diadvokasi
-MEMILIH ISSU STRATEGIS
Tugas pertama dari lingkar inti adalah merumuskan issu tertentu yang diadvokasi. Issu yang dirumuskan tersebut dapat dikatakan menjadi suatu issu strategis jika :
1.Aktual
2.Penting dan mendesak
3.Sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi MAHASISWA
4.Berdampak positif pada perubahan sosial yang lebih baik
5.Sesuai dengan visi dan agenda perubahan sosial yang lebih besar
-MERANCANG SASARAN DAN STRATEGI
Dalam merancang sasaran dan strategi dapat digunakan metode SMART, yaitu :
1.Spesifik; dalam arti rumusan sasaran memang spesifik, kongkrit, dan jelas
2.Measurable; dalam arti hasilnya punya indikator yang jelas sehingga dapat dipantau dan diketahui
3.Realistis; dalam arti apakah sasaran mungkin dapat dicapai
4.Time Bound; dalam arti punya batas waktu yang jelas
-MENGOLAH DATA DAN MENGEMAS INFORMASI
Salah satu cara yang dikenal dalam mengolah data dalam proses advokasi adalah dengan melakukan riset advokasi. Riset advokasi sebenarnya lebih merupakan riset terapan, terutama dalam bentuk kajian kebijakan dengan tujuan mengumpulkan sebanyak mungkin data dan mengolahnya sebagai informasi yang diperlukan untuk mendukung semua kegiatan lain dalam proses advokasi; dalam rangka memilih dan merumuskan issu strategis, sebagai bahan proses legislasi, untuk keperluan lobby dan kampanye, dan sebagainya.
-MEMBANGUN BASIS GERAKAN
Kecaman keras yang sering dialamatkan kepada organisasi pelaku advokasi adalah mengenai basis legitimasi, yang berkaitan dengan mandat nyata dari rakyat.
Advokasi sering dilakukan karena reaksi kelompok terpelajar perkotaan (umumnya aktivis mahasiswa) terhadap penindasan yang dialami rakyat kecil.
Reaksi kesetiakawanan mahasiswa terhadap rakyat adalah hal yang sangat positif. Tetapi masalahnya adalah apakah proses advokasi yang dilakukan tersebut mampu membangun organisasi atau jaringan yang berakar nyata di tengah rakyat yang dibela ?
-MENGGALANG KEKUATAN DAN SATUAN PENDUKUNG ADVOKASI
Kerja-kerja advokasi adalah serangkaian kegiatan yang sangat kompleks sehingga tidak akan pernah ada suatu organisasi yang akan mampu sendirian melaksanakan semua kegiatan advokasi tersebut, dalam hal inilah, penggalangan kekuatan dan sistem pendukung menjadi sangat vital dalam kegiatan advokasi.
Kekuatan dalam kegiatan advokasi adalah perseorangan, kelompok, atau organisasi yang memiliki sumber daya (berupa keahlian, akses, pengaruh, informasi, prasarana, sarana, dan dana) yang bersedia, dan kemudian terlibat aktif langsung, mendukung dengan mengambil peran, fungsi, atau tugas tertentu dalam rangkaian kegiatan advokasi.
Penggalangan aliansi dalam pendukung advokasi yang akan dilakukan harus bertolak dari issu advokasi itu sendiri.
-UNTUK ITU ISSU YANG MENJADI TARGET ADVOKASI HARUS MEMENUHI BEBERAPA SYARAT BERIKUT:
Isu tersebut harus ada kaitannya dengan mereka yang kita ajak.Cakupan issu terbatas dan khas.Issu harus tetap punya tujuan perubahan jangka panjang
-MENGAJUKAN RANCANG TANDING
Ini adalah tahap yang cukup teknis dalam proses advokasi, yang mencakup kegiatan Legislasi, (legal drafting, counter draft, judicial review) serta Jurisdiksi (class action, legal standing)
-MELOBBI (UNTUK MEMPENGARUHI) PEMBUAT KEBIJAKAN PUBLIK
Lobbi secara singkat dapat dijelaskan sebagai suatu proses dimana para pemilih, secara perseorangan atau kelompok mencoba mempengaruhi wakil-wakil mereka di parlemen untuk memperhatikan, mendukung, dan mengambil tindakan terhadap suatu issu tertentu yang sedang dipermasalahkan oleh masyarakat.
-MEMPENGARUHI PENDAPAT UMUM
Bentuk-bentuk kegiatan pada proses ini sangat beragam, mulai dari kampanye pembentukan kesadaran masyarakat dan pendapat umum, penggalangan dukungan, pelatihan dan pendidikan politik, pembentukan basis, pengerahan kekuatan massa, unjuk rasa, boikot dan pembangkangan sosial.

BEBERAPA KAIDAH ASAS SEBAGAI TITIK TOLAK ADVOKASI :
1.Mulai dengan berbaik sangka
2.Gagaskan kemenangan-kemenangan kecil dahulu
3.Kerjakan apa yang telah direncanakan
4.Tetap pada inti soal dan jadikan isu anda tetap populer
5.Bersedia bermufakat

UNSUR-UNSUR ADVOKASI :
1.Upaya dan tindakan yang terorganisir
2.Menggunakan instrumen demokrasi
3.Bertujuan untuk penegakkan supremasi hukum dan perubahan kebijakan yang mengarah ke masyarakat asil dan setara
4.Sasaran kepada penguasa
5.Melalui kegiatan resmi dan tak resmi dengan melalui aksi-aksi cultural
6.Hasil yang diharapkan adalah perubahan lembaga masyarakat dan hubungan kekuasaan

CIRI-CIRI ADVOKASI :
1.Mempertanyakan sesuatu hal baik tentang individu, kelompok, atau lembaga
2.Meletakkan tuntutan dalam system politik dan kebijakan
3.Memunculkan konflik isu
4.Menciptakan isu dan atau perjalanan politik
5.Menarik perhatian dan membentuk aliansi/koalisi dengan orang-orang yang mempunyai perhatian yang sama
6.Mencetuskan prakarsa, inovasi, invensi

ADVOKASI YANG DIBERIKAN OLEH LEMBAGA KEMAHASISWAAN DALAM MELAYANI MAHASISWA ADALAH MELAKUKAN PEMBELAAN DIBIDANG :
-BIDANG AKADEMIS
-BIDANG NON AKADEMIS

SEKIAN...
TERIMAKASIH...
YAKIN USAHA SAMPAI.....

ANARCHY"Jangan Harap Revolusi, Bila Cuma Demonstrasi?? BENARKAH???."

oleh : REMON (Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Periode 2009-2011/ Menteri Hukum dan Advokasi BEM Universitas Riau 2010-2011)

Anarchy adalah sebuah paham yang anti system dengan kepemerintahannya yang selalu mengeluarkan rezim dan tiraninya kepada rakyatnya.
Apakah kita akan diam saja dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang non - populis,yang mendukung para kapitalis? (cukup dijawab di dalam hati)
Saya Disini tidak bermaksud Memprovokasi pembaca agar mau berkampanye dan s Melawan PASAR BEBAS,GLOBALISASI,KAPITALIS,DAN NEOLIBERALIS, namun hanya sebagai referensi bacaan untuk dapat direnungkan.
So, Selamat Membaca...
________________________________________
ANARCHY
Ada dua mispersepsi yang timbul dalam pengertian anarki. Hal tersebut pada dasarnya timbul dari dua pengkategori, yang berarti ada dua kategori dalam 2 kumpulan yang berada dalam tataran kehidupan sosial. Satu bagian datang dari persepsi kaum kiri (leftists), kemudian yang satunya timbul dari persepsi massa, dan berarti segala sesuatu yang berdasar massa, massa itu sendiri, media massa dan seterusnya.
Hingga hari ini anarki seringkali disalahartikan sebagai suatu kerusuhan yang tidak bertanggung-jawab (chaos). Anarki seringkali dipersepsikan sebagai sesuatu yang salah pada tataran wilayah massa, maka yang terjadi dengan persepsi massa tentang anarki seringkali menjadi mispersepsi. Anarki merupakan momok yang menjadi penyakit pada persepsi massa yang meliputi kehidupan massa tersebut. Kesemerawutan informasi menjadi horor tersendiri yang menghantui dan mendiami dasar persepsi tentang anarki pada massa. Pola massa juga cenderung terlalu percaya pada apa yang diberitakan media massa. Media massa sendiri juga, seperti yang kita ketahui, melakukan pemberitaan yang benar-benar banal tentang anarki, bahkan lebih dari itu - menampilkan anarki sebagai sesuatu yang sangat kejam dan tak beraturan.
Persepsi tentang anarki seringkali diartikan menjadi ideologi - anarkisme oleh para kaum kiri (leftists). Jika persepsi tentang anarki menjadi -isme, yang terjadi adalah hanya pengkategorian melalui segi kebahasaan saja. Anarki sekadar menjadi teori-teori dan formula-formula dalam perpolitikan, pun anarki akan menjadi persepsi yang memunyai sejarah dan tercetus dari segelintir tokoh yang kemudian dilabeli anarkis. Jika diartikan sebagai anarkisme, anarki bisa menjadi sesuatu yang hirarkis dan cenderung absolut dan ortodoks, sementara sebenarnya anarki bisa timbul pada diri siapa saja, di mana saja dan kapan saja, sehingga anarki tidaklah terpaku pada ide-ide yang ada dalam ke -isme -an saja.
Anarki adalah sesuatu yang sederhana seperti halnya bekerjasama dengan berbagai pihak, di mana setiap pihak berdaulat atas dirinya sendiri. Anarki merupakan kehidupan sehari-hari - bukan sesuatu yang terpola di dalam kehidupan. Anarki diterapkan oleh lingkar-lingkar pertemanan di mana-mana, tinggal kemudian bagaimana kita dapat memperluas relasi antar manusia yang anarkis. Anarki terjadi ketika orang-orang berada dalam suatu perkemahan atau ketika sekelompok orang memberikan makanan gratis tanpa embel-embel amal kepada orang-orang lapar - lalu bagaimana kemudian kita dapat memperluas interaksi seperti itu di mana pun. Berarti juga anarki tidak memiliki latar kesejarahan yang harus dijadikan bahan dasar atau patokan untuk kemudian dipelajari dan dilakukan.

Etimologi
Anarkisme berasal dari kata dasar "anarki" dengan imbuhan -isme. Kata anarki merupakan kata serapan dari anarchy (bahasa Inggris) atau anarchie (Belanda/Jerman/Prancis), yang berakar dari kata bahasa Yunani, anarchos/anarchein. Ini merupakan kata bentukan a- (tidak/tanpa/nihil/negasi) yang disisipi /n/ dengan archos/archein (pemerintah/kekuasaan atau pihak yang menerapkan kontrol dan otoritas - secara koersif, represif, termasuk perbudakan dan tirani); maka, anarchos/anarchein berarti "tanpa pemerintahan" atau "pengelolaan dan koordinasi tanpa hubungan memerintah dan diperintah, menguasai dan dikuasai, mengepalai dan dikepalai, mengendalikan dan dikendalikan, dan lain sebagainya". Bentuk kata "anarkis" berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki, sedangkan akhiran -isme sendiri berarti paham/ajaran/ideologi.
"Anarkisme adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Ia dimulai di antara manusia, dan akan mempertahankan vitalitas dan kreativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia" (Peter Kropotkin)
"Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dari kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas" (Errico Malatesta)

Teori politik
Anarkisme adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa hirarkis (baik dalam politik, ekonomi, maupun sosial). Para Anarkis berusaha mempertahankan bahwa anarki, ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah format yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan kebebasan individu dan kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling membangun antara satu dengan yang lainnya. Atau, dalam tulisan Bakunin yang terkenal:
"kebebasan tanpa sosialisme adalah ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalan “
Anarkisme dan kekerasan
Dalam sejarahnya, para anarkis dalam berbagai gerakannya kerap kali menggunakan kekerasan sebagai metode yang cukup ampuh dalam memperjuangkan ide-idenya, seperti para anarkis yang terlibat dalam kelompok Nihilis di Rusia era Tzar, Leon Czolgosz, grup N17 di Yunani. Slogan para anarkis Spanyol pengikutnya Durruti yang berbunyi:
Terkadang cinta hanya dapat berbicara melalui selongsong senapan
Yang sangat sarat akan penggunaan kekerasan dalam sebuah metode gerakan. Penggunaan kekerasan dalam anarkisme sangat berkaitan erat dengan metode propaganda by the deed, yaitu metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung (perbuatan yang nyata) sebagai jalan yang ditempuh, yang berarti juga melegalkan pengrusakan, kekerasan, maupun penyerangan. Selama hal tersebut ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun negara.
Namun demikian, tidak sedikit juga dari para anarkis yang tidak sepakat untuk menjadikan kekerasan sebagai suatu jalan yang harus ditempuh. Dalam bukunya What is Communist Anarchist, pemikir anarkis Alexander Berkman menulis:
"Anarkisme bukan Bom, ketidakteraturan atau kekacauan. Bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali kekehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia. Anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Anarkisme berarti bahwa anda harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudak anda, menjadi majikan anda, merampok anda, ataupun memaksa anda. Itu berarti bahwa anda harus bebas untuk melakukan apa yang anda mau, memiliki kesempatan untuk memilih jenis kehidupan yang anda mau serta hidup di dalamnya tanpa ada yang mengganggu, memiliki persamaan hak, serta hidup dalam perdamaian dan harmoni seperti saudara. Berarti tidak boleh ada perang, kekerasan, monopoli, kemiskinan, penindasan, serta menikmati kesempatan hidup bersama-sama dalam kesetaraan." (Alexander Berkman, What is Communist Anarchist 1870 - 1936)
Dari berbagai selisih paham antar anarkis dalam mendefinisikan suatu ide kekerasan sebagai sebuah metode, kekerasan tetaplah bukan merupakan suatu ide eksklusif milik anarkisme, sehingga anarkisme tidak bisa dikonotasikan sebagai kekerasan, seperti makna tentang anarkisme yang banyak dikutip oleh berbagai media di Indonesia yang berarti sebagai sebuah aksi kekerasan. Karena bagaimanapun kekerasan merupakan suatu pola tingkah laku alamiah manusia yang bisa dilakukan oleh siapa saja dari kalangan apapun.


Apa itu Neoliberalisme ?
Sejarah singkat Neoliberalisme ialah sebuah varian terbaru dari liberalisme perdagangan klasik yang muncul abad ke-18. Liberalisme perdagangan klasik dipelopori oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nation. Liberalisme perdagangan pada saat itu memicu terjadinya kolonialisme yang menimpa bangsa-bangsa di luar Eropa. Inggris dan negara imperialis Eropa lainnya menjadikan liberalisme perdagangan ini sebagai pembenaran mereka untuk berekspansi dan melakukan penjajahan.
Liberalisme perdagangan klasik secara formal berakhir tahun 1930-an ketika terjadinya depresi besar yang ditandai terpuruknya perekonomian dunia. Terjadinya depresi ekonomi hebat memunculkan fakta bahwa sistem perekonomian didasarkan kebebasan ekonomi ini tengah kolaps dan mengancam negara-negara kapitalis imperialis ke jurang kebangkrutan. Kebebasan perdagangan yang menjadi inti sistem perekonomian dunia pada saat itu dianggap gagal.
Depresi ini bisa tertanggulangi setelah John Maynard Keynes memunculkan ide barunya untuk menanggulangi krisis dengan menuntut kembali peran pemerintah dari setiap negara pada jalannya perekonomian. Dari Keynes pula ide penataan ekonomi dunia pasca PD II digulirkan. Keynes mengajukan gagasan agar dilakukan perbaikan sistem ekonomi melalui tindakan kolektif berskala global. Kelanjutan gagasan ini diterjemahkan dengan lahirnya kebijakan ekonomi untuk membangun kapitalisme global, ditandai pula dengan berdirinya IMF dan Bank Dunia tahun 1945. Dari dua lembaga keuangan internasional inilah konsep ekonomi Neoliberalisme dirumuskan, tatanan dunia baru diwujudkan.
Inti neoliberalisme
Liberalisme pada intinya memperjuangkan leissez faire (persaingan bebas) yang menuhankan hak-hak atas kepemilikan dan kebebasan inividual. Para penganut liberalisme ekonomi percaya bahwa perkembangan ekonomi akan berjalan dengan lancar dan memberikan kemakmuran pada masyarakat jika mekanisme ekonomi dibebaskan dari segala halang rintangan. Oleh karena tidak adanya halangan dalam perdagangan maka yang berlaku hanyalah hukum pasar. Harapan akan kemakmuran itu akan terwujud ketika keadaan pasar yang kompetitif ikut meneteskan kemakmuran ke bawah (trickle down effect). Keadaan pasar yang kompetitif akan semakin efektif dan efisien guna pertumbuhan ekonomi dengan membuka pasar seluas-luasnya tanpa adanya regulasi atau batasan yang dianggap akan menghambat alur perdagangan internasional.
Sebagai kelanjutan dari liberalisme klasik, Neoliberalisme tetap berintikan kebebasan perdagangan di segala sektor. Liberalisasi perdagangan, good governance, pembangunan, privatisasi dan deregulasi menjadi agenda paling penting yang didengungkan pada setiap negara sebagai syarat menciptakan kondisi perekonomian yang kompetitif. Berlakunya sistem ekonomi ini pun tidak mengenal batas negara, ekonomi yang berskala global dengan mengintegrasikan perekonomian ke dalam satu sistem perekonomian dunia yang berada di bawah rezim pasar bebas.
eoliberalisme hendak membebaskan pasar agar bekerja tanpa tekanan. Melepaskan tekanan yang menggangu mekanisme pasar ialah dengan membebaskan sektor swasta dari intervensi negara. Penerapannya adalah dengan pemberian ruang bebas dan keterbukaan pada perdagangan dalam ruang lingkup global, tanpa harus ada satu pun intervensi pemerintah di suatu negara. Batasan dari perdagangan global ini hanyalah luas bumi, karena dalam neoliberalisme tidak ada batas negara ataupun sumber daya yang tidak bisa diperjualbelikan.
Dala pola persaingan bebas setiap pihak yang bergelut di dalamnya berada pada posisi yang sama di hadapan pasar. Persaingan bebas setara ini kemudian diaplikasikan dalam kebijakan di suatu negara dengan menghapuskan subsidi pada segala sektor ekonomi, termasuk yang dimiliki oleh negara. Selain itu diharuskan untuk menghapuskan segala bentuk regulasi berbentuk proteksi, sehingga tidak ada satu pun pihak dalam persaingan itu yang mendapat perlindungan. Sektor ekonomi yang dikuasai oleh negara di hadapan rezim pasar bebas haruslah “dibebaskan”, jelasnya harus diprivatisasi. Alasannya tidak lain untuk efisiensi persaingan bebas.
Dampak Neoliberalisme ?
Aspek Ekonomi
Ekonomi Neoliberal pada kenyataannya tidaklah mewujudkan peningkatan kesejahteraan yang benar-benar merata. Pihak yang memiliki modal besar semakin kaya dan berkuasa, namun di sisi lain terjadi pemiskinan masal yang menimpa rakyat seperti buruh, petani, bahkan dialami juga usaha kecil. Diberlakukannya liberalisme ekonomi di segala sektor berakibat pada berubahnya fungsi sosial menjadi orientasi pasar (baca:komersil). Seperti yang nampak pada perubahan status BUMN di Indonesia. Bahkan tidak hanya dialami BUMN yang bergerak di sektor usaha, akan tetapi sektor lainnya yang merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyat, misalnya sektor pendidikan dan kesehatan. Neoliberalisme tidak mengistimewakan kualitas kesejahteraan umum. Tidak ada wilayah kehidupan yang tidak bisa dijadikan komoditi barang jualan karena logika pasarlah yang berjaya di atas kehidupan publik. Ini yang menjadi pondasi dasar neoliberalisme, menundukan kehidupan publik ke dalam logika pasar.
Dampak kebijakan berorientasi pasar bisa terlihat dengan terjadinya deregulasi pada perundang-undangan. Setiap peraturan yang dianggap menghambat perkembangan ekonomi pasar akan dihapuskan. Seperti yang terjadi pada undang-undang perlindungan tenaga kerja yang terus dikikis habis guna menghancurkan pelindung tenaga kerja di hadapan para pemilik modal. Tenaga kerja tidak mempunyai lagi payung hukum guna menuntut kesejahteraan lebih. Dengan alasan meningkatkan efisiensi korporasi, peraturan harus memihak pemilik modal.
Sedangkan di bidang pertanian yang merupakan sektor vital bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, neoliberalisme semakin mengganas. Banyaknya pengambilalihan kepemilikan tanah dari para petani oleh pemilik modal besar adalah salah satunya. Fungsi tanah sebagai lahan pertanian rakyat dibangun menjadi pabrik atau diubah menjadi lahan pertanian yang hanya menguntungkan pemilik tanah. Akibatnya petani dipaksa untuk kehilangan sumber pencahariannya. Semakin berkurang kemampuan petani untuk mengolah lahannya diiringi dengan masuknya komoditas pangan dari negara lain. Dengan harga yang lebih murah karena tidak adanya bea masuk dan regulasi menjadikan komoditas pangan luar menang bersaing dibandingkan komoditas pangan dari petani lokal yang harganya lebih tinggi, akibat kenaikan biaya produksi semisal pupuk yang subsidinya dicabut.
Sebagai negara yang tengah dirongrong neoliberalisme, Indonesia secara lengkap menyediakan banyak fakta dari keburukan neoliberalisme yang didukung oleh pemerintah. Naiknya angka kemiskinan, harga-harga yang membumbung tinggi, komersialisasi pendidikan, dan pengerusakan lingkungan hanyalah contoh kecil dari dampak neoliberalisme, dan apakah hal itu masih menyediakan keraguan bahwa neoliberalisme tengah menyeret kita ke jurang kesengsaraan ?
Aspek Budaya
Setiap aksi manusia menjadi berarti di hadapan neoliberalisme ketika mereka menjadi homo oeconomicus. Eksistensi hidup setiap manusia hanya dinilai dari kemampuannya dalam bertransaksi ekonomi, lebih sempit lagi dilihat dari kemampuannya melakukan kegiatan produksi dan konsumsi. Sehingga yang menjadi satu-satunya dasar manusia untuk bertindak, melakukan hubungan sosial, ataupun politis ialah dari kemampuannya melakukan transaksi ekonomi.
Kapitalisme yang melandasi struktur kebudayaan manusia bertujuan untuk mengkomodifikasikan relasi manusia dan mempereratnya dalam ketergantungan pada komoditas pasar.
Didasarkan pada model teoretis ekonomi, kapitalisme bertransformasi menjadi sebuah fenomena budaya. Budaya dari kapitalisme ialah budaya merek, pencitraan produk dan manipulasi tingkat kesadaran manusia yang dikendalikan oleh kebutuhan pasar. Manusia diseragamkan dalam pemikiran, mengisi pikiran manusia dengan menjejalinya pertanyaan; apa lagi yang kita beli hari ini ?
Ketika neoliberalisme menguasai struktur kehidupan maka setiap manusia baik sadar maupun tidak akan didorong untuk bekerja, bekerja dan terus bekerja agar ia menghasilkan uang untuk selanjutnya melakukan aktivitas konsumsi. Di saat seseorang mendapatkan uang dari keringatnya untuk bekerja, maka dengan ilusi dan imaji dari berbagai macam komoditas akan ditawarkan ke hadapannya seakan-akan keputusan membeli seperti memilih hidup dan mati.
Selain itu yang terjadi di daerah pedalaman ialah hancurnya kearifan lokal dan budaya tradisional akibat gencarnya budaya kapitalisme yang masuk dengan iming-iming modernisasi dan pembangunan. Masyarakat tradisional di pedalaman terganggu pola hidupnya karena lingkungannya semakin terdesak dan memaksa mereka beradaptasi keras untuk menjadi orang modern. Atau seperti yang dialami oleh masyarakat tradisional di banyak tempat di Indonesia yang harus terusik kehidupannya karena eksplorasi hutan dan pertambangan di tempat mereka tinggal. Di hadapan kepentingan pasar tidak ada istilah hukum adat. Tidak ada kesakralan hutan, sungai, atau pun danau, yang ada hanyalah alam sebagai penghasil pundi-pundi uang.
“When all forms of communication become commodities, then culture, the stuff of communications, inevitably becomes a commodity as well. And that is what happening. Culture-the shared experiences that give meaning to human life- is being pulled inexorably into the media marketplace, where it is being revamped along commercial lines.”—Jeremy Rifkin
Aspek Politik
Dalam pemikiran neoliberalisme, politik adalah keputusan-keputusan yang menawarkan nilai-nilai, sedangkan secara bersamaan neoliberalisme menganggap hanya satu cara rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Semua pemikiran di luar kepentingan pasar dianggap salah. Kapitalis neoliberal menganggap wilayah politik adalah tempat pasar berkuasa, ditambah dengan konsep globalisasi dan perdagangan bebas sebagai cara untuk memperluas pasar.
Pengelolaan negara yang dinamakan good governance, yakni pemerintah dilarang untuk ikut campur urusan ekonomi dan harus menyerahkannya pada mekanisme hukum pasar. Posisi pemerintah dalam neoliberalisme hanyalah sebagai wasit yang mengawasi jalannya persaingan dagang dan menegakkan pasar bebas. Tugas pemerintah hanya menciptakan lingkungan di mana modal dapat bergerak bebas dengan baik. Dalam titik ini pemerintah menjalankan kebijakan memotong pengeluaran, memotong biaya-biaya publik seperti subsidi, sehingga pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat harus dikurangi. Seperti yang terjadi sekarang, harga-harga mengalami kenaikkan tanpa diiringi kenaikkan taraf kesejahteraan. Di saat krisis akibat neoliberalisme, rakyat kecil tidak mempunyai tempat berlindung dari keganasan pasar.
Dalam neoliberalisme negara tidak lebih seperti boneka pengawas yang diatur oleh institusi-institusi keuangan internasional semacam IMF dan Bank Dunia. Ketika terjadi kekacauan yang menimpa suatu perusahaan multinasional, maka IMF dan Bank Dunia segera menjewer pemerintah di negara tersebut. Kelanjutannya pemerintah akan melakukan “pembersihan” agar situasi kembali kondusif. Contohnya seperti yang terjadi di Papua ketika kaum adat yang marah karena tanahnya tercemar limbah Freeport melakukan aksi spontan untuk menghalangi aktivitas pertambangan. Apa yang terjadi kemudian, Pemerintah Indonesia melalui tangan militer melakukan tindakan represif terhadap kaum adat tersebut. Ironis !!
Refensi Bacaan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Anarkisme
www.apokalips.org

SATU TUJUAN - SATU PERJUANGAN

oleh : REMON (Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Periode 2009-2011/ Menteri Hukum dan Advokasi BEM Universitas Riau 2010-2011)

Sudah waktunya kita bergerak secara massiv untuk mengubah mereka atau mereka yang akan mengubah Anda (mahasiswa). Jangan tertipu dengan janji-janji palsu, periksa dan analisa apakah ada kotoran di sebaliknya. jangan takut selama kita yakin yang benar itu benar dan yang salah itu di katakan salah, mari kita buktikan bahwa kita bukanlah orang-orang lemah dan pengecut yang diam dan menurut saja walaupun hati kita memberontak karena kita tahu yang kita lakukan adalah salah, seperti itik yang menurut saja digiring kekandangnya...

Berapa lama kita berada disini?? berapa lama waktu kita berlalu di tempat ini, apakah kita tidak pernah sadar selama itu pula kita di bohongi...

Waktunya untuk melihat langit secara keseluruhan!! Waktunya untuk menyalakan api dengan bahan bakar!! Yakinkan diri anda (mahasiswa) Bahwa gerakan ini berasal dari hati nurani, di dalam hati dan jiwa kita. bergerak tanpa mengenal warna-warni diantara kita, demi tujuan mulia yang kita harapkan bersama...

ORANG -ORANG YANG BERSATU TIDAK BISA DIKALAHKAN KARENA MAHASISWA ITU SATU....

HIDUP MAHASISWA......

YAKIN USAHA SAMPAI.....

OKNUM REPRESIF

oleh : REMON (Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Periode 2009-2011/ Menteri Hukum dan Advokasi BEM Universitas Riau 2010-2011)

Memo dari jalanan (oknum-oknum) :
Kita harus membuat fakta-fakta sesuai dengan tuduhan palsu dgn cara menarik benang merah dari tujuan dan strategi massa,, hilangkan orang-orang yang dianggap berbahaya dari belakang layar dgn menggunakan Roll propaganda atas nama ketertiban dan keamanan dan kenyamanan masyarakat umum,,

Mungkin kita tidak ingin mengungkapkannya:
Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, setiap tekanan yg berujung arrogansi dan represif dari oknum aparat berbaju coklat sering kali di anggap lelucon oleh mereka yg mmpunyai kapasistas mengayomi masyarakat yg tertindas, mereka bahkan tidak perduli, bahkan dengan angkuh dan senangnya ikut menertawakan orang2 yang seharusnya dilindungi mereka menangis dan menjerit tidak berdaya..

Dampak Revolusi Mesir Terhadap Indonesia

oleh : REMON (Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Periode 2009-2011/ Menteri Hukum dan Advokasi BEM Universitas Riau 2010-2011)

Selamat Kepada Masyarakat Mesir yang Telah Berhasil Mewujudkan keinginannya Menurunkan orang No.1 Mesir yang diklaim sewenang-wenang pada masa rezimnya berkuasa.
Revolusi Mesir yang berhasil memaksa Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri dari jabatannya mempunyai beberapa persamaan dengan reformasi Indonesia 1998, namun tampaknya rakyat Indonesia tidak akan mampu mengulangi tragedi 1998, karena ada beberapa faktor yang menjadi alasana tersebut.

Beberpa faktor yang menstimulasi adanya pergerakan pada massa itu (Indonesia 1998 – Mesir 2011) adalah lamanya kedua tokoh (Mubarak dan Soeharto) berkuasa. Keduanya menjabat sebagai presiden lebih dari 30 tahun. Kemiskinan yang sangat membuat rakyat menderita, serta terbelenggunya proses demokrasi, menyebabkan rakyat memberontak menuntut perubahan secara signifikan. Faktor penting lainnya adalah pada massa Reformasi Indonesia 1998 dan Revolusi mesir 2011 terjadi karena adanya tokoh – tokoh penggerak pada massa itu (Indonesia 1998 – Mesir 2011).

Apabila di lihat dari perspektif tersebut, tampaknya Indonesia akan statis saja terhadap dampak Revolusi Mesir . Walaupun beberpa Negara yang akhirnya terkena dampak teori domino yang juga di prediksi akan sampai ke Indonesia. apabila melihat dari massajabatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini baru memangku jabatan selama tujuh tahun. Meskipun jumlah kemiskinan di Indonesia saat ini cukup besar, pemerintah masih dinilai positif oleh masyarakat dengan sejumlah program pengentasan rakyat miskin atau program lain yang berpihak kepada masyarakat . bagi masyarakat Indonesia dewasa ini, kebebasan (demokrasi) dirasa tidak terlalu penting karena urusan perut lebih dari segala - galanya yang menunjukan pendidikan politik di Indonesia masih sangat lemah. Tidak adanya tokoh penggerak yang dapat menstimulus pergerakan yang massiv, karena masih terkotak – kotaknya masyarakat sehingga lebih cenderung melakukan pergerakan yang parsial, yang seterusnya menghilangkan issu bersama (Grand Issu) yang menjadi faktor penting lahirnya Reformasi 1998.

Sepakat atau tdk sepakat saya pikir seperti inilah potret bngsa Indonesia hari ini...
Bagaimana menurutmu,,???